PUISI_KU SEMUA TERINSPIRASI OLEH_MU

Sabtu, 21 Agustus 2010

Bunda

Dekap yang sedalam sukma terasa
Terbekas terisak meriak muka
Setiap kali wajah terlukis kumendo’a
Sebatas bayang lepas,
Membunuh kosongku siksa merindumu…
Bundaku…
Ketika engkau terjaga semalaman,
Memeluk-ku hangat;semasa kusakit dahulu
Ketika rebahku bersandar dipangkuanmu Bunda,jika Akku-butuh damaimu
Saat saat engkau dan akku masih bersama Bundaku…
Mencari, menapaki jejak matahari
Hampir setiap desahnya malam menderai sembiluku
Layaknya seperti ibarat aku telah kehilangan
Resah sesaknya jiwa,
Aku-ingin menemuimu Bundaku…
Menanti, pada setiap waktu mengharap Bunda kembali
Semenjak embun kemudian senja,
Walau memutih rambut berkapur…
Tetap akku menantimu Bundaku…
Akku merindumu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar