Di hutan tepi sungai beku
tak pernah bisa kusebutkan gelombang matamu
berlari-lari menginjak tumpukan tulang
dan bangkai manusia atau binatang yang terpaksa memakan
dagingnya sendiri. hampir aku terjungkal
bahumu terasa pahit.
Inilah malam pertama sekaligus bulan madu
tak henti-hentinya kau berbisik
meneriaki galau di daun-daun musim kering
sejumlah bunyi sekian gerakan dan detak
jantungmu berpacu;
akku masih mencari potongan reranting
untuk mengusir ketegangan
membangun kembali impian-impian
dan kemesraan Adam.
Malam ini terpaksa kita harus tidur di atas batu
bersama binatang yang segera punah
pada igauku pada resahmu.
tapi hutan ini membuatku tak sempat mengingat
kantuk, akhirnya kita sama-sama terjebak
menyumpah malam tak segera usai
di hutan ini di bahumu yang kian mengeras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar