Akku terhenti di separuh malam Menembus muara angan-angan
Bercampur aduk bak rasa yang tak terjamah
Akhirnya muncrat seepisode pementasan
Lakon laki-laki dengan sorban melingkar
Bersama kelam ia begitu manja
Bermain dengan kata begitu mesra..
Serak tapi menggemuruh
Seperti melintasi seluruh apa yang di jagad bumi
Tarikan nafasnya saja seperti irama paling indah yang pernah Tuhan ciptakan
Kalimat Allahu akbar ia kumandangkan
Sujud dirakaat pertama bersenandung dengan kepasrahan teramat dalam
Masya Allah...akku merasakan ia seperti bertemu dengan Tuhannya
Tiada bergeming, hanya desis-desis yang tentu untaian doa pertaubatan
Lalu air mata derai di sajadah..
Peringatan telah “Ia” turunkan dihadapku
Mungkin sebegitu ingkarnya hingga nyata didepanku “Ia” menemui ummat_Nya
Mempertontonkan romantisme ciptaan dan pencipta
Sungguh…Adegan percintaan yang begitu tulus
Perlahan kutanggalkan setan yang menjubahiku
Ada tarik menarik yang begitu nyata
Akku terkapar ditengahternyata bangkitku menuju jalan_Nya
Wudhu menegurku..takbir menegurku
Al-Faatihah menegurku..Ruku’ menegurku
I’tidal menegurku..Sujud menegurku
Sampai doa pun menegurku
Astaqfirullah....sudah begitu jauhkah?
Sampai akku harus bersusah payah ikhlas memuji_Mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar