Siapakah akku sebenarnya
Malam, siang, dan senja hanya, hanya dan hanya
Mengurangi waktu, menghilangkan waktu
Tak berbuat apa untuk diri dan semesta
Haruskah ini terus berlanjut menguras jurang rasa
Ketakmengertian ini
Tak bisa kuulang menjadi batu
Untuk melihat rumput yang masih putih
Menjalar mencari angin di angkasa
Sungguh ada makna yang belum lahir
Keluar memperkenalkan. Mencari haluan jembatan
Di sekitar imajinasi surau-surau
Siapakah akku sebenarnya, di sini bergurau sembrono
Padahal kesembronoan membuat kematian ilmu setengah tahun
Lalu, apa yang harus kita baca untuk mengganti
Demo, tak membuat kita menyadari
Perang, tak membuat kita sadar
Ilmu, tak membuat kita memiliki kesadaran
Lalu?
Kata-kata indah yang mengalir dalam puisi
Kelembutan yang menjadi moral dalam puisi
Ketentraman yang di anut masyarakat puisi
Kebahagiaan yang dimiliki panyair
Dan kedamaian yang larut dalam tubuh
Itulah aku yang tak bisa diganti hanya dengan engkau, kami dan kita
Puisi tak memiliki siapa engkau, tapi
Akkulah dirimu yang maha hidup
Menikmati huruf demi huruf
Di keluasan semesta tak terbatas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar